Miopia (nearsightedness):
defek refraktif yang menyebabkan fokus gambar yang dihasilkan jatuh di depan retina pada saat mata tidak berakomodasi.objek jauh akan tampak kabur dan objek dekat akan tampak jelas.
dikoreksi dengan menggunakan lensa negatif atau konkav.
Hipermetropia (farsightedness):
defek refraktif yang menyebabkan fokus gambar yang dihasilkan jatuh di belakang retina pada saat mata tidak berakomodasipada kasus ekstrim dapat menyebabkan ketidak mampuan memfokuskan objek pada jarak apapun.
dikoreksi dengan menggunakan lensa positif atau konveks.
Astigmatism (cylinder):
defek refraktif yang menyebabkan adanya perbedaan fokus gambar / memiliki beberapa fokus; fokus-fokus gambar tersebut bisa jatuh di depan retina atau di belakang retina.dikoreksi dengan menggunakan lensa silinder baik negatif atau positif.
Pertanyaan seputar kelainan refraksi :
membaca dengan cahaya kurang, sering membaca dan bekerja didepan komputer dapat menyebabkan kerusakan mata
> struktur mata tidak akan rusak karena membaca dengan cahaya kurang, sering membaca dan bekerja dengan komputer, tapi dapat menyebabkan mata lelah, istirahat beberapa waktu dengan melihat objek jauh dapat mengurangi mata lelah.
menonton televisi menyebabkan mata minus
> penyebab pasti mata minus belum diketahui dan atau dibuktikan.
makan banyak wortel memperbaiki mata minus / kelainan refraksi
> wortel mengandung vitamin A yang baik untuk perkembangan dan fungsi mata, tetapi intake yang berlebihan dapat menyebabkan intoksikasi.
soft lens dapat memperbaiki mata minus
> soft lens hanya menggantikan kacamata.
apakah kita harus minum suplemen mata?
> orang sehat dengan pola makan yang sehat tidak membutuhkan suplemen mata.
pakai kacamata dengan ukuran salah dapat merusak mata
> pemakaian ukuran kacamata yang tidak tepat atau salah sekalipun tidak akan menyebabkan kerusakan mata dan atau kebutaan.- epidemiologi kelainan refraksi -
status refraksi seseorang ditentukan oleh kesatuan kerja dari kekuatan dioptri kornea, kekuatan dioptri lensa, kedalaman bilik mata depan dan panjang axis bola mata.
rata-rata mata bayi yang baru lahir adalah hipermetropia sebesar 3 dioptri, dalam beberapa bulan pertama hipermetropia ini meningkat tetapi kemudian menurun sehingga di usia 1 tahun kurang lebih menjadi 1 dioptri.
dari bayi lahir sampai usia 6 tahun panjang axis bola mata bertambah kurang lebih 5 mm yang merupakan kompensasi dari hilangnya 4 dioptri kekuatan refraksi kornea dan 2 dioptri kekuatan refraksi lensa, sehingga mendekati mata normal (emmetropia).
mayoritas bayi sebenarnya memiliki mata normal (emmetropic) dengan hanya 2% insidens adanya miopia pada usia 6 tahun. fenomena ini masih belum dapat dimengerti seutuhnya, ini disebut proses penormalan mata (emmetropization).